Welcome

Ketupat

Jumat, 02 Oktober 2009


Tanbihun.com — Darimana sebenarnya asal-usul ketupat? siapa pertama kali yang menemukan dan mempopulerkan ketupat? Seperti tradisi-tradisi lain di indonesia pasti memiliki,sejarah latar belakang, tidak jarang ada makna filosofi dari tradisi-tradisi tersebut. bagaimana dengan ketupat? mari kita simak hasil penelusuran kami di google berikut ini :
Umumnya ketupat identik sebagai hidangan spesial lebaran, tradisi ketupat ini diperkirakan berasal dari saat Islam masuk ke tanah Jawa.
Dalam sejarah, Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali memperkenalkannya pada masyarakat Jawa. Beliau membudayakan dua kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran. Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda. Setelah sudah selesai dimasak, kupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan.
Ketupat sendiri menurut para ahli memiliki beberapa arti, diantaranya adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Yang kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Yang ketiga mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.
Rupa (jenis-jenis) Ketupat IndonesiaKetupat atau Kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara yang dibuat dari beras. Beras ini dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa dan dikukus sehingga matang. Ketupat paling banyak ditemui sekitar waktu Lebaran, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa. Ketupat juga sering dihidangkan dengan sate. Bila dihidangkan dengan tahu dan gulai menjadi kupat tahu. Selain di Indonesia, ketupat juga dijumpai di Malaysia, Singapura dan sebagainya.
Di antara beberapa kalangan di Jawa, ketupat sering digantung di atas pintu masuk rumah sebagai semacam jimat. Di Bali ketupat sering pula dipersembahkan sebagai sesajian upacara.
1. Ketupek Katan KapauKatupek katan yang khas Kapau, yaitu ketupat ketan berukuran kecil yang dimasak dalam santan berbumbu. Ketupat ketan adalah versi rebus dari lemang. Santannya menjadi sampai kental sekali dan merasuk ke dalam ketupat. Ketupat kentan ini bisa dimakan sebagai dessert, tetapi juga bisa dimakan dengan lauk pedas, misalnya gulai itik cabe hijau atau rendang.
2. Ketupat GlabedAda lagi sajian rakyat lain di Tegal yang sangat populer, yaitu Kupat Glabed. Kali ini bukan ketupat dari desa Glabed. Kupat glabed adalah ketupat yang dimakan dengan kuah kuning kental. Glabed sendiri sebenarnya berasal dari ucapan orang Tegal bila mengekspresikan kuah yang kental ini. Glabed-glabed!
Ketupatnya dipotong-potong, dibubuhi tempe goreng, dan disiram dengan kuah glabed. Tambahkan sambal bila ingin citarasa pedas. Topping-nya adalah kerupuk mi yang terbuat dari tepung singkong dan taburan bawang goreng. Sebagai lauknya, Kupat Glabed selalu didampingi dengan sate ayam atau sate kerang.
3. Ketupat Betawi (Bebanci)Masakan paling khas dan unik yang dimiliki masyarakat Betawi adalah ketupat bebanci. Saat ini nggak ada orang yang jual ketupat bebanci. Padahal sangat unik dan enak.
Sesuai dengan namanya, ketupat bebanci adalah masakan dengan unsur utama ketupat. Ketupat ini disantap dengan kuah santan berisi daging sapi dan diberi aneka bumbu seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah.4. Ketupat Blegong (tegal)Kupat Blengong (Kupat Glabed dengan daging Blengong, Blengong=Keturunan hasil perkawinan Bebek dan Angsa)
5. Ketupat Bongko (tegal)Kupat Bongko adalah Ketupat dengan sayur tempe yang telah diasamkan.6. Ketupat cabuk rambak (solo).Cabuk rambak adalah ketupat nasi yang diiris tipis-tipis, dan disiram dengan sedikit sambal wijen (dicampur kemiri dan kelapa parut yang terlebih dulu digongseng). Ada yang menyukai sambal yang sangat pedas, ada yang menyukai rasa sambal yang gurih. Rasa sambalnya memang sangat khas. Hidangan ini disajikan dengan kerupuk nasi yang disebut karak.7 .Ketupat/lontong SayurLontong Sayur. Biasanya Lontong sayur itu artinya santan kental yang gurih, tapi kalo mau sehat (baca: engga mau makan santan) dikasih soun, telur rebus dan ditaburi bawang goreng.*

Musik Jazz latin


Jazz latin berawal diakhir 1940an ketika Dizzy Gillespie dan Stan Kenton mulai mengkombinasikan bagian ritme dan struktur dari musik Afro-Cuban seperti oleh Machito and his Afro-Cubans dengan instrumen dari jazz dan ide solo improvisasi. Stan Kenton merilis sebuah aransemen bergaya Afro-Cuban, The Peanut Vendor yang dianggap secara luas sebagai album jazz latin yang pertama “the first authentic Latin Jazz recording”.
Di 1947 Dizzy Gillespie berkolaborasi dengan pemain conga Machito Chano Pozo untuk menampilkan "Afro-Cuban Drums Suite" di Carnegie Hall . Konser ini membawa jazz latin dihargai dalam mainstream. dan Pozo akhirnya bersama Gillespie band memproduksi "Cubana Be, Cubana Bop".
Dibandingkan dengan jazz amerika, jazz latin berisi straight rhythm, daripada swung rhythm. Jazz latin berbirama empat tetapi memakai bentuk dari clave. Conga timbale güiro dan claves adalah instrument perkusi yang berperan penting pada pembentukan nuansa latin .

Gamelan Indonesia

Kamis, 01 Oktober 2009


Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.
Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.[rujukan?]
Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.
Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu sléndro, pélog, "Degung" (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan "madenda" (juga dikenal sebagai diatonis, sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa.

Rendang Asli Minang,Indonesia


Rendang Padang buatan Malaysia merambah masyarakat Asia karena rasanya lezat,gurih dan mampu membangkitkan selera makan yang tinggi, padahal rendang yangselalu awet meskipun disimpan dalam waktu lama itu merupakan produk makanan khasmasyarakat Ranah Minang .Seorang tokoh masyarakat Minang Irawadi Uska kepada Antara di Padang, Selasa,menjelaskan, prospek pasar rendang yang menggiurkan itu, mendorong industrimakanan Malaysia berlomba-lomba memproduksi rendang untuk tujuan eksporsekaligus menjadi komoditas ekspor yang sangat menguntungkan.Menyikapi perkembangan ini, menurut Irawadi Uska, pemerintahan Malaysiamenyikapi secara cepat dengan mematenkan rendang menjadi produk resmi negaraMalaysia. Di kalangan masyarakat Asia makanan khas masyarakat Minang itu lebih dikenal dengan Rendang Padang Made in Malaysia."Karena hak paten Rendang Padang berada di tangan Malaysia, jadilah produkkhas masyarakat Minang itu sebagai produk resmi negara jiran Malaysia yangdilindungi undang undang, sehingga Malaysia berpeluang memonopoli perdagangan rendang di Asia," ujarnya.Dengan demikian, Irawadi mengingatkan industri makanan di Indonesia termasukdari Sumbar yang merupakan asal mula produk makanan rendang tersebut tidak bisaleluasa memperdagangkan Rendang Padang ke pasar mancanegara karena hak patennyaberada di tangan Malaysia."Bila ada industri makanan rendang dalam negeri yang memaksakan menggunakannama Rendang Padang untuk produk yang akan dipasarkan ke mancanegara, bisadituntut pihak Malaysia ke pengadilan sesuai kaidah-kaidah hukum perdaganganinternasional yangberlaku," ujarnya.Dengan demikian, para eksportir produk makanan Sumbar baru bisa memperdagangkanrendang ke mancanegara bila diberi nama Rendang Minang atau nama-nama lainselain Rendang Padang yang telah dipatenkan Malaysia.Selanjutnya ia memrediksikan produk rendang tidak hanya makin dikenal dinegara-negara Asia, tetapi potensial juga menjadi menu makanan internasionalyang diterima masyarakat Eropa, Amerika Serikat dan Australia."Makanan khas masyarakat Minangkabau ini benar-benar memenuhi selera masyarakatinternasional, buktinya secara kecil-kecilan untuk ukuran 20 sampai 50 kg, produk rendang ini sudah dikirim ke berbagai negara termauk AS dan Australia."Menurut dia, pengiriman rendang ke AS atau Australia memang tidak dalam rangkadagang (ekspor), tetapi hanya sekedar memenuhi pesanan masyarakat Indonesia yangada di AS dan Australia yang ujung-ujungnya diperjualbelikan kepada komunitasorang bule."Sebagai bagian dari masyarakat Minang tentunya bangga produk makanan khasMinang merambah mancanegara, hanya saja yang disayangkan orang lain lebih cepatmenangkap peluang, sehingga orang lain yang menikmati keuntungan," demikianIrawadi Uska.

Wayang Kulit


Asal-usul Wayang Kulit di Indonesia hingga kini masih diperdebatkan oleh para ahli dan masih belum ada kesepakatan apakah Wayang Kulit memang asli Indonesia, dari India ataupun dari negara lain. Di lingkungan budaya Bali, pertunjukan Wayang Kulit diperkirakan sudah ada sejak sekitar abad ke IX. Dalam prasasti Bebetin yang berangka tahun Çaka 818 ( 896 M), dari zaman pemerintahan raja Ugrasena di Bali, ditemukan sejumlah istilah seni pertunjukan yang diyakini berarti wayang atau pertunjukan wayang (baca : Serba Neka Wayang Kulit Bali, 1975).
Sejak masa lampau pertunjukan Wayang Kulit menjadi salah satu media pendidikan informal bagi warga masyarakat. Betapa tidak, pertunjukan Wayang Kulit yang memadukan berbagai unsur seni rupa, sastra, gerak dan suara, dalam pementasannya tidak saja menampilkan lakon-lakon literer yang diambil dari karya-karya sastra klasik terutama Mahabrata dan Ramayana, kesenian ini juga menyajikan petuah-petuah mengenai nilai-nilai moral, spiritual dan sosial sehingga masyarakat yang buta huruf akan memperoleh ajaran-ajaran tatwa, yadnya, etika dan lain-lain. Oleh masyarakat penonton semuanya ini dijadikan pedoman dan tuntunan bagi kehidupan mereka sehari-hari.
Sementara para dalang secara kreatif melakukan penyegaran kesenian mereka, wayang-wayang kreasi baru sudah banyak diciptakan sehingga menambah perbendaharaan seni perwayangan di pulau ini. Yang tidak kalah pentingnya adalah munculnya dalang-dalang wanita berbakat yang siap bersaing dengan para dalang pria.
Di Bali, pertunjukan Wayang Kulit melibatkan antara 3 orang sampai 15 orang yang meliputi : dalang, pengiring dan jika diperlukan sepasang pembantu dalang (tututan). Komando tertinggi dalam pertunjukan Wayang Kulit ada pada si dalang. Untuk mementaskan wayang para dalang Bali memerlukan sekitar 125 - 130 lembar wayang yang disimpan dalam kotak wayang (kropak).
Kiranya belumlah lengkap jika pembahasan mengenai seni pewayangan Bali tidak dilengkapi dengan adanya beberapa usaha inovasi dan kreatif dari para seniman dalang di pulau ini, atau memalui kerja patungan atau kolaborasi dengan seniman luar atau asing. Dalam usahanya memberikan nafas baru dalam wayang Parwa, dalang I Made Sidja atau Ida Bagus Ngurah (Buduk) memasukan gamelan Suling atau Pegambuhan. Belakangan ini dalang muda berbakat, Ida Bagus Sudika berkali-kali mementaskan wayang kulit Parwa dengan iringan gamelan Angklung lengkap, bahkan pernah dengan gamelan Balaganjur. Sebagai sajian tugas akhir, baik untuk menyelesaikan program Seniman (setingkat Sarjana) pada jurusan Seni Pedalangan di STSI Denpasar, para mahasiswa juga telah melakukan berbagai percobaan. Misalnya:
Penggunaan layar lebar berganda.
penggunaan tata-lampu modern, seperti lampu strobo, spot-lights, dan sebagainya.
pemakaian overhead-projector untuk menciptakan citra-citra realistis sebagai latar belakang.
pemakaian pemain wayang dalam jumlah yang banyak dengan satu orang dalang sebagai narator.
pemakaian wayang golek besar.
dan lain sebagainya.
Kesemuanya merupakan wujud nyata dari usaha para seniman dalang muda untuk terus menyegarkan kehidupan seni Pewayangan di Bali.
Dalam hal iringan, gamelan Selonding dan Selukat juga telah dicoba untuk mengiringi pertunjukan wayang Bali. Masih merupakan bagian dari perkembangan wayang kulit Bali adalah wayang Listrik yang merupakan hasil kerja patungan antara seniman (I Made Sidja, I Nyoman Catra, Desak Suarthi Laksmi) dengan seniman dalang Larry Reed dari San Francisco, Amerika Serikat, yang didukung oleh Gamelan Sekar Jaya di bawah asuhan komposer muda, I Dewa Bratha. Nama ini diberikan berdasarkan kenyataan bahwa dalam pertunjukannya terdapat perpaduan dua unsur penting yaitu : pemain wayang kulit Bali dengan permainan atau proyeksi cahaya lampu listrik.
Pertunjukan pertama wayang listrik ini dilakukan di San Fransisco dan pada tahun 1996 yang lalu juga dipentaskan di Bali dalam rangka Festival Wayang Walter Spies

Pengakuan UNESCO tentang batik Indonesia


Congratulation, Batik Indonesia
Setelah beberapa budaya seni diklaim serta pencaplokan beberapa pulau milik bangsa dan negara Indonesia, termasuk diklaimnya batik menjadi milik negara tetangga Malaysia, berbagai komponen bangsa Indonesia geram bahkan menyatakan perang terhadap Malaysia, akhirnya upaya untuk mempatenkan batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa ini berhasil dan mendapat pengakuan serta penghargaan dari UNESCO (United Nation Educational, Scientific and Culture Organization).
Pengakuan UNESCO atas batik Indonesia ini sudah dilaksanakan pada tanggal 28 September 2009 lalu, sungguh berita yang amat menggembirakan dan membanggakan bangsa Indonesia, dan pengakuan UNESCO ini sekaligus merupakan pengakuan dunia atas keaneka-ragaman batik Indonesia yang benar2 sudah diakui masyarakat dunia secara de-facto. Upaya untuk memasyarakatkan batik di negeri sendiri, pernah digagas, dihimbau sekaligus dilaksanakan (budaya memakai batik) ketika Gus Dur menjadi Persiden negeri ini.
Batik di Indonesia sudah dikenal sejak zaman baheula, sejak era kerajaan Majapahit dan terus berkembang sampai dengan sekarang, termasuk upaya peningkatan kualitas dan pelestarian motif-motifnya yang terus berlanjut. Bahan-bahan baku batik sendiri yang dipergunakan adalah hasil tenunan sendiri dan obat-obatnya pun dibuat dari hasil ramuan kekayaan negeri ini. Oleh karena itu, maka tidak perlu diragukan lagi bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan agar tidak direbut oleh negara lain.
Menurut rencana, besok tanggal 2 Oktober 2009, peneguhan atau pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO ini akan dilaksanakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, jika tidak ada aral melintang maka pengukuhan ini adalah yang ketiga untuk Indonesaia setelah keris pada tahun 2005 dan wayang tahun 2003. Inilah karya2 agung warisan budaya bangsa Indonesia yang layak memperoleh pengakuan Internasional. Semoga saja proses pengukuhan ini dapat berjalan baik dan lancar sesuai dengan harapan seluruh bangsa Indonesia.
Untuk mewujudkan rasa cinta dan dukungan penuh kita sebagai pemilik batik Indonesia, berikanlah apresiasi yang paling sederhana dengan mengenakan pakaian batik, paling tidak pada tanggal 2 Oktober 2009 besok. Tunjukkan pada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang konsisten menghargai seni dan budayanya sendiri, semoga kebesaran batik Indonesia kembali terangkat dan mendunia. Congratulation, batik Indonesia.